Jawaban singkatnya: Solo Leveling lahir sebagai cerita Korea, sedangkan anime TV-nya diproduksi di Jepang. Karya asli Chugong adalah web novel Korea. Ceritanya kemudian diadaptasi menjadi webtoon Korea, lalu versi animenya diproduksi oleh studio Jepang A-1 Pictures.

Jadi wajar kalau terasa membingungkan jika kamu pertama kali mengenal Solo Leveling lewat anime. Karakternya berbicara dalam bahasa Jepang, dan di versi Jepang Sung Jinwoo dikenal sebagai Shun Mizushino. Sementara itu, web novel dan webtoon yang dirilis di KakaoPage telah mencapai 14,3 miliar penayangan kumulatif di seluruh dunia, dan animenya memenangkan sembilan kategori di Crunchyroll Anime Awards 2025, termasuk Anime of the Year. Pengumuman resmi Netflix ↗

Trailer resmi Crunchyroll · Ditampilkan melalui embed YouTube. ToYouPick tidak mengunduh atau mengunggah ulang video, thumbnail, maupun cuplikannya. YouTube ↗

Bagaimana cerita Korea ini menjadi anime Jepang?

1Web novel KoreaCerita asli oleh Chugong
2Webtoon KoreaDUBU · REDICE STUDIO
3Anime TV JepangA-1 Pictures
4Streaming globalPenonton di seluruh dunia

Situs resmi anime Jepang mencantumkan DUBU (REDICE STUDIO), Chugong, dan h-goon sebagai kreator karya asli, serta A-1 Pictures sebagai studio animasinya. Situs resmi anime ↗

Jadi pertanyaan “Korea atau Jepang?” sebenarnya tidak harus dijawab dengan satu negara saja. Cerita dan IP aslinya berasal dari Korea, sedangkan produksi anime TV-nya berasal dari Jepang.

Kenapa Sung Jinwoo disebut Shun Mizushino?

Di Korea dan banyak rilisan internasional, tokoh utamanya bernama Sung Jinwoo. Namun, di situs resmi anime Jepang, namanya ditulis sebagai 水篠 旬 / Shun Mizushino. Halaman karakter resmi Jepang ↗

Versi Jepang melokalkan nama karakter dan beberapa detail latar. Namun, tidak ada pernyataan resmi dari pihak produksi yang menjelaskan secara rinci alasan di balik setiap perubahan tersebut. Karena itu, klaim bahwa asal Korea sengaja “disembunyikan” atau bahwa perubahan itu dibuat karena motif politik tertentu melampaui apa yang dapat dibuktikan dari sumber resmi.

Versi mana yang sedang aku tonton?

Kalau tokoh utamanya disebut Sung Jinwoo, kemungkinan besar kamu menonton versi yang mempertahankan nama Korea. Kalau namanya Shun Mizushino, kemungkinan kamu melihat versi yang dilokalkan untuk Jepang.

Tapi audio bahasa Jepang tidak otomatis berarti semua nama akan memakai versi Jepang. Wilayah, platform, pilihan dub, dan subtitle bisa menghasilkan kombinasi yang berbeda.

“Webtoon” juga berasal dari Korea

Ada satu konteks Korea lain yang sering terlewat: istilah dan format webtoon itu sendiri.

Webtoon adalah format komik digital yang lahir dan berkembang di Korea Selatan pada awal 2000-an. Istilah “webtoon” sudah muncul di media Korea dan digunakan sebagai nama layanan pada tahun 2000. Setelah itu, format gulir vertikal panjang menjadi salah satu cirinya yang paling dikenal. Encyclopedia of Korean Culture ↗

Alih-alih membalik halaman seperti komik cetak, pembaca terus menggulir layar ke bawah. Format ini memang bukan diciptakan khusus untuk smartphone, tetapi tampilannya sangat cocok dengan layar ponsel dan membantu webtoon menyebar jauh melampaui Korea.

Jadi Solo Leveling bukan sekadar cerita Korea yang kebetulan dibuat menjadi anime di Jepang. Ini juga contoh bagaimana format bercerita digital yang lahir di Korea bertemu dengan sistem produksi anime Jepang, lalu menjangkau penonton global.

Hunter terlemah yang terus bertarung karena alasan yang sangat manusiawi

Sung Jinwoo memulai cerita sebagai Hunter peringkat E yang dikenal sebagai yang terlemah di antara para Hunter. Ia tetap masuk ke dungeon berbahaya karena tidak bisa begitu saja berhenti: ada biaya rumah sakit ibunya, biaya pendidikan adik perempuannya, dan pilihan pekerjaan yang terbatas. Sinopsis Yen Press ↗

Setelah nyaris kehilangan nyawa, Jinwoo mendapatkan akses ke System misterius yang membuatnya bisa terus naik level ketika Hunter lain tidak bisa. Dungeon, monster, dan lonjakan kekuatannya memang menjadi daya tarik besar, tetapi di balik itu ada seseorang yang awalnya tak berdaya dan perlahan menjadi cukup kuat untuk melindungi orang-orang yang ia sayangi.

Itu yang membuat perkembangan Jinwoo terasa lebih dari sekadar angka seperti di dalam game. Tanggung jawab, rasa takut, kehilangan, dan keluarga memberi sisi manusia pada fantasi kekuatan tersebut.

Jeda sebentar bersama ToYouPick

Solo Leveling masih terus membesar

Franchise ini sudah berkembang jauh melampaui asalnya sebagai web novel dan webtoon. Netflix telah mengumumkan serial live-action Korea dengan Byeon Woo-seok sebagai Sung Jinwoo. Pengumuman resmi Netflix ↗

Kemudian pada Juli 2026, Solo Leveling: Beyond the System diumumkan sebagai film anime yang melanjutkan cerita setelah Season 2, dengan A-1 Pictures kembali menggarap produksinya. Hingga 16 September 2026, tanggal penayangan bioskop belum diumumkan. Pengumuman resmi Crunchyroll ↗

Jadi kalau ada yang bertanya, “Solo Leveling itu Korea atau Jepang?”, jawaban paling jelasnya adalah:

Ceritanya lahir di Korea, sedangkan anime yang ditonton banyak orang sekarang diproduksi di Jepang.

Namun, asal negaranya saja tidak cukup menjelaskan kenapa seri ini bisa terasa dekat bagi begitu banyak orang. Jinwoo memulai cerita sebagai seseorang yang terus terluka karena keluarganya bergantung padanya. Melihat orang yang sama akhirnya menjadi cukup kuat untuk melindungi orang lain membuat proses naik level itu punya kepuasan emosional, bukan cuma angka yang semakin besar di layar.

Dari web novel dan webtoon Korea ke animasi Jepang, lalu menuju serial live-action Korea dan film anime baru, Solo Leveling terus berganti bentuk tanpa kehilangan alasan yang membuat orang sejak awal ingin mendukung Jinwoo.

ToYouPick