밥 먹었어?
Orang Indonesia pasti akrab dengan pertanyaan ini: kita juga sering menyapa “Sudah makan?”. Teman Korea yang bertanya jam tiga sore atau larut malam biasanya bukan mengajak makan, tapi sedang menunjukkan perhatian.
Apa artinya?
밥 먹었어? (bap meogeosseo?) secara harfiah berarti “Sudah makan (nasi)?”. Di antara keluarga dan teman, kalimat ini sering jadi sapaan, mirip “Apa kabar?” atau “Kamu jaga diri baik-baik, kan?”.
Pertanyaan sama, tingkat kesopanan beda
Artinya sama; yang berubah hanya akhiran sesuai lawan bicara.
Kapan orang Korea memakainya?
- Menyapa. Orang tua mengirimnya ke anak yang sudah dewasa; teman memakainya untuk membuka obrolan.
- Menunjukkan perhatian. Setelah hari yang berat, artinya “aku memikirkanmu”.
- Kadang jadi ajakan. Bisa berlanjut ke “Makan bareng yuk?”, tapi itu langkah berikutnya.
- Telepon dan chat. Salah satu kalimat pembuka paling umum.
Contoh kalimat
밥 먹었어?
Bap meogeosseo?
“Sudah makan?”: sering berarti “Apa kabar?”
엄마, 밥 먹었어?
Eomma, bap meogeosseo?
“Ma, sudah makan?”
아직 안 먹었어. 같이 먹을래?
Ajik an meogeosseo. Gachi meogeullae?
“Belum makan. Makan bareng yuk?”
Tips pengucapan
먹었어 diucapkan [머거써], “meo-geo-sseo”. Bunyi ㄱ di akhir 먹 pindah ke suku kata berikutnya, dan ㅆ adalah “s” tegang tanpa hembusan napas.
Intonasinya naik di akhir, seperti kalimat tanya.
Nuansanya
Intinya perhatian, bukan makanannya. Budaya yang mengaitkan makan cukup dengan hidup baik membuat pertanyaan soal makan menjadi pertanyaan soal kabar: sangat mirip dengan kebiasaan di Indonesia.
Hati-hati
Kepada orang tua atau atasan, jangan pakai bentuk santai; katakan 식사하셨어요? (siksahasyeosseoyo?). Menjawab “Iya, sudah” juga tidak masalah: kemungkinan besar itu bukan ajakan.
Kata yang mirip: apa bedanya?
Coba tebak: Temanmu mengirim “밥 먹었어?” jam 3 sore. Apakah dia mengajak makan siang?
Belum tentu. Sering hanya sapaan. Balas dulu, lalu lihat apakah ada ajakan.
